Pembajakan dan Cara-caranya

Dengan bermodal copy-software dan drive CDRW / DVDRW serta CD/DVD blank, atau bahkan tanpa beli CD blank (dengan virtual drive) pembajakan bisa terjadi di beberapa level :

1.    End user/pemakai rumahan/kantor

Kadang-kadang end user kelompok ini memiliki CD originalnya, namun kemudian dipinjamkan ke teman-temannya untuk dicopy. Rasa sungkan dan setia kawan biasanya menjadi motivator pinjam-copy. End user kelompok ini  “hanya” membuat CD/DVD salinan “di bawah” 10 keping. namun kemudian tidak jarang, User yang memiliki CD copian, meminjamkan lagi ke teman yang lainnya, sehingga CD/DVD original ini seperti beranak-cucu.

Grafik disamping bias memberikan gambaran, jika dari 1 user mebuat salinan, lalu beranak cucu, bagaimana jika ada 10 atau 100 user,  membuat salinan,?

Jika ditotal jumlah CD salinan yang beredar, 2n, 3n, atau 4n, tentu akan membuat penerbit konten menelan ludah sambil geleng-geleng kepala.

 

2.    Rental CD/DVD

Untuk 1 titel, sebuah jasa rental CD ilegal, bisa membuat copy-an lebih dari 10 keping. Padahal, CD/DVD yang disewakan jumlahnya biasanya ratusan titel.

3.    Pedagang kecil-menengah

Sebagian pedagang CD/DVD  yang nakal, melakukan penggandaan dengan peralatan duplikator tanpa komputer.

1 kali proses dengan menggunakan CD blank,  bisa menghasilkan 9-21 keping CD/DVD.

4.    Pabrik Replikasi

Sekitar 5 tahun yang lalu, pembajakan oleh pabrik replikasi CD mudah sekali berlangsung. Dalam1 jam produksi, mesin replikasi bisa menghasilkan ribuan keping.  Namun saat ini, dengan “agak” ketatnya  peraturan dan pengawasan, pabrik replikasi agak susah melakukan pembajakan.

 

Jumlah CD/DVD Bajakan dan Ancaman Kerugian Penerbit

Dengan mengesampingkan pabrik replikasi, jika CD/DVD original tidak diproteksi, sebetulnya pembajakan dilevel 1-3 jika dijumlahkan, totalnya bisa melebihi jumlah CD/DVD original yang dibuat oleh penerbit. Ini tentu bisa membuat penerbit dengan media disk hanya berumur seumur jagung. Investasi puluhan bahkan ratusan juta bisa melayang. Aset konten yang dibuat susah payah bisa tidak ada nilainya lagi untuk dipasarkan, karena kalah harga jual.

Apalagi jika harus melawan CD “pinjam-copy”. Bisa-bisa penerbit kontenpun frustasi berkali-kali. Membayangkan persiapan tim + pembuatan model + perencanaan + kesibukan tiap hari dalam merealisasikan sebuah software + dll sampai final, tidak bisa dinikmati hasilnya...

Made in Indonesia

© 2010 Paku Bumi 20

PROTEKSI CD-VCD-DVD PROFESIONAL